Bincang Blogger, Pameran Mini & Icip-Icip Kuliner Andaliman Siap Digelar di Jakarta

Pemerintah Indonesia sedang menggalakkan pembangunan sektor pariwisata dan mengembangkan 10 destinasi wisata baru. Wisata Danau Toba merupakan salah satu dari 10 target destinasi wisata tersebut. Untuk mendukung tujuan tersebut, pemerintah telah membuka bandara Silangit. Dengan beroperasinya bandara Silangit, jumlah wisatawan di kawasan Danau Toba melonjak.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menegaskan pentingnya pengembangan dan pertumbuhan ekonomi desa. Salah satu program yang dicanangkan adalah Produk Unggulan Desa dan Kawasan Perdesaan. Setiap desa itu diarahkan untuk menghasilkan satu produk unggulan yang dapat memberikan dampak positif untuk masyarakat. Pengembangan produk unggulan diharapkan akan mengundang investor masuk desa dan dapat mencegah kemiskinan dan meningkatkan perekonomian masyarakat di desa.

Masyarakat kawasan Danau Toba mengenal tanaman budidaya yang khas setempat, yaitu Andaliman, yang dikenal sebagai Szechuan Pepper dengan nama latin Zanthoxilum acanthopodium. Andaliman tumbuh baik di ketinggian 1.000 m sd 1.800 m dpl, merupakan tanaman perdu, dengan batang, ranting dan daun penuh duri dan hanya dapat dibudidayakan di kawasan Danau Toba.

Andaliman merupakan rempah utama di dalam makanan Batak. Andaliman memiliki bentuk bulat kecil bergerombol selayaknya buah pala. Andaliman mempunyai citarasa yang khas yang menjadikan makanan Batak memiliki keunikan tersendiri. Andaliman meninggalkan jejak rasa getir, kelu atau kebal di lidah. Andaliman juga memiliki kandungan vitamin C dan E alami yang dibutuhkan untuk menjaga daya tahan tubuh. Selain itu, andaliman juga mengandung senyawa minyak atsiri dan alkaloid yang berfungsi sebagai anti oksidan dan anti mikroba.

Rasa pedas yang menyerupai Szechuan pepper pada andaliman bisa digunakan untuk variasi hidangan yang serupa. Tidak hanya sambal andaliman atau ikan naniura, Andaliman bisa dipakai sebagai bumbu keripik seperti keripik balado. Keripik dengan bumbu andaliman ini bisa dijual sebagai souvenir atau jajanan khas daerah. Beberapa inovasi produk makanan berbasis andaliman telah dikembangkan, seperti kacang andaliman, yaitu kacang dengan ditburi andaliman dan  permen andaliman yang merupakan campuran gula, susu dan andaliman, produk ini dibuat oleh sekumpulan murid SMA asal Sumatera Utara dan dapat menjadi potensi untuk dijajakan di pasaran.

Sebagai referensi, suku Aztec menggunakan lada dan rempah sebagai taburan di atas minuman cokelat panas. Hal ini dapat menjadi tantangan untuk mengembangkan andaliman sebagai bahan tambahan di minuman hangat seperti jahe panas atau cokelat panas yang mampu memberi cita rasa kebas pedas khas daerah tersebut.

Keberadaan andaliman di masakan Batak adalah aset warisan kuliner yang perlu dilestarikan dan dikembangkan ke kuliner lainnya. Saat ini pengenalan masyarakat Indonesia akan andaliman masih terbatas dan belum popular. Hal ini menjadi tantangan,mengingat andaliman dapat menjadi produk unggulan desa di kawasan Danau Toba yang dapat menjadi paket kemasan wisata Danau Toba. 

Sehubungan dengan hal tersebut, Yayasan Doktor Sjahrir hendak mengadakan acara Diskusi, Mini Exhibition dan Icip-Icip Kuliner Bumbu Andaliman pada tanggal 6 April 2019 di Almond Zucchini. Peserta dalam acara ini adalah blogger, pemerhati kuliner dan wartawan sebanyak 50 orang.

Pada acara ini, hidangan-hidangan yang menggunakan andaliman bisa dipromosikan, baik yang klasik seperti sambal atau membuat nasi goreng andaliman ataupun yang inovatif.

Kegiatan dengan rencana peserta sebanyak 50 orang akan dilaksanakan di Almond Zucchini Cooking Studio, pada Sabtu 6 April, Pukul 9.00-14.00. dan meliputi:

Diskusi mengenai Andaliman

Diskusi ini akan membahas mengenai pariwisata Danau Toba yang di dalamnya berisikan informasi mengenai produk local yang telah dikembangkan, baik itu kopi Lintong, andaliman atau ulos batak pewarna alam.

Pembicara: 

Dr.Kartini Sjahrir (Pembina Yayasan Doktor Sjahrir)

Dr.Amanda Katili Niode (Yayasan Omar Niode)

Dr. Wan Hidayati, Msi (Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Sumut)

Bpk. Marandus Sirait (Taman Eden 100)

Ir.Murni Titi Resdiana, MBA (Kantor Utusan Khusus Presiden Bidang Pengendalian Iklim)

Moderator : Amril Taufik Gobel

Demo masak andaliman dan berbagi resep.

Kegiatan ini akan mengundang juru masak ternama atau juru masak lokal untuk mendemonstrasikan cara memasak menggunakan olahan biji andaliman baik dalam bentuk bubuk atau biji utuh. Misalnya biji utuh dapat digunakan sebagai rendaman garam (brine) ayam goreng seperti yang dilakukan pada peppercorn. Bubuk andaliman juga bisa digunakan dalam campuran masakan dari yang tradisional seperti nasi goreng sampai yang modern seperti pasta.

Mini exhibition andaliman dan produk lokal Danau Toba.

Produk yang akan dipamerkan antara lain andaliman utuh dan bubuk, kacang andaliman, keripik andaliman dan sambal andaliman. Disamping itu, mini exhibition akan memamerkan kopi lintong khas setempat dan ulos pewarna alam. Diharapkan dengan mini exhibition ini peserta akan memahami produk-produk unggulan Danau Toba.

Kegiatan ini juga akan menampilkan lomba live Instagram dan twitter. Disamping itu akan diadakan lomba blog bagi peserta.

Bagi anda yang berminat ikut, silahkan daftarkan diri DISINI (Peserta terbatas dan pendaftaran ditutup setelah kuota tercapai)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *