“Blogger” Bincang Santai Hutan Lestari

JAKARTA, KOMPAS — Para penulis blog dan pegiat lingkungan dari berbagai wilayah Sabtu (9/2/2019) pagi ini akan berhimpun di Almond Zucchini, Jakarta Selatan untuk bincang santai seputar pelestarian hutan dan pembangunan berkelanjutan.

Bertajuk Forest Talk with Bloggers, kegiatan ini  akan disemarakkan dengan sejumlah mata acara yang mengundang  antusiasme peserta, seperti Mini Exhibition Forest Base Product, Demo Masak Icip-icip Kuliner Produk Hutan,  serta lomba live tweet, live Instagram, dan lomba blog setelah bubaran.

Penyelenggara kegiatan yakni Yayasan Doktor Sjahrir (YDS) dan The Climate Reality Project (TCRP) -Indonesia juga akan memajang  sejumlah produk hutan non kayu dan produk kreatif yang berasal dari limbah kayu, termasuk  hasil dari program Corporate Social Responsibility (CSR) jaringan  yayasan tersebut.

Dimulai pukul  09.00 hingga 13.30, gelar wicara akan menampilkan   narasumber, antrara lain  Amanda Katili Niode (Manager Climate Reality Indonesia),  Atiek Widayati (Tropenbos Indonesia), Murni Titi Resdiana (Kantor Utusan Khusus Presiden bidang Pengendalian Perubahan Iklim), serta Sri Maryati (Direktur Eksekutif Yayasan Belantara).

“Melalui jaringan  yang luas, komunitas  blogger berpotensi aktif mengampanyekan pentingnya pengelolaan hutan lestari di Indonesia. Kemitraan antara pemerintah, swasta, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan masyarakat sangat penting untuk mencegah laju kerusakan hutan dan meningkatkan penanaman kembali di kawasan yang sudah rusak,” ujar Nurmala  Kartini Sjahrir, pembina Yayasan Doktor Sjahrir (YDS), seperti dikutip dalam siaran pers.

YDS memandang perlu dilakukan peningkatan kemampuan pemahaman para blogger terutama dalam hal kebijakan pengelolaan hutan lestari di Indonesia. Pemahaman blogger yang memadai diharapkan tecermin dalam tulisan di blog yang menyebar ke khalayak luas. Ini relevan dalam menyosialisasikan pembangunan berkelanjutan dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Blogger diharapkan mengangkat isu-isu penting seputar peningkatan ekonomi desa dengan memanfaatkan program perhutanan sosialS

Senada dengan  itu, Manager The Climate Reality Project (TCRP) Indonesia, Amanda Katili Niode menyatakan, kelompok bloggerdiharapkan mengangkat isu-isu penting seputar peningkatan ekonomi desa dengan memanfaatkan program perhutanan sosial. Program ini bergulir dalam wujud  penanaman pohon-pohon yang dapat menjadi bahan baku produk unggulan desa sehingga ekonomi kreatif di desa sekitar hutan pun berkembang.

Setidaknya ada 50 penulis blog yang siap hadir.

Pemandu acara, Amril Taufik Gobel, menyebutkan  setidaknya ada 50 penulis blog yang siap hadir. “Mereka  antara lain dari Komunitas Blogger Reporter Indonesia, Komunitas Emak-Emak Blogger, Komunitas Blogger Bekasi, dan Komunitas Blogger Anging Mammiri Makassar chapter Jabodetabek,” kata Amril yang merupakan mantan Vice President ASEAN Bloggers chapter Indonesia.

Lintas sektor

YDS merupakan organisasi nirlaba yang dibentuk untuk meneruskan misi sosial almarhum Dr Sjahrir. Lembaga  bergerak lintas sektor, termasuk bidang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.

Adapun The Climate Reality Project Indonesia merupakan cabang dari The Climate Reality Project, mendukung kerja lebih dari 300 pemimpin di Indonesia yang berasal dari berbagai latar belakang dan termasuk para pemimpin bisnis, profesional, pendidik, atlet, musikus ilmuwan, aktor, pelajar, dan pemuka agama.

Organisasi nirlaba ini berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi tentang pentignya penyadaran krisis iklim sekaligus mengubah sikap dan perilaku masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi.

Pembentukan Climate Reality Indonesia diumumkan pada KTT Proyek Iklim Asia-Pasifik di Melbourne, Australia 11-13 Juli 2009. TCRP Indonesia beroperasi secara independen sebagai Perkumpulan Proyek Realitas Iklim Indonesia yang berkonsultasi dengan Kantor Utusan Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim.

Sumber Kompas

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *